Antara Akulturasi dan Toleransi
Akulturasi
(Percampuran)
Pencampuran
kebudayaan merupakan pedoman kata dari istilah bahasa Inggris
acculturation. Percampuran merupakan suatu perubahan besar dari suatu
kebudayaan sebagai akibat adanya pengaruh dari kebudayaan asing.
Menurut Koentjaraningrat, percampuran menyangkut konsep mengenai
proses sosial yang timbul jika sekelompok manusia dengan suatu
kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur kebudayaan asing.
Akibatnya, unsur-unsur asing lambat laun diterima dan diolah ke dalam
kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan
asli.
Proses percampuran
berlangsung dalam jangka waktu yang relatif lama. Hal disebabkan
adanya unsur-unsur kebudayaan asing yang diserap atau diterima secara
selektif dan ada unsur-unsur yang tidak diterima sehingga proses
perubahan kebudayaan melalui mekanisme percampuran masih
memperlihatkan adanya unsur-unsur kepribadian yang asli.
Mekanisme
percampuran dapat digambarkan sebagai berikut.
1) Unsur Budaya
Asing yang Mudah Diterima
a) Unsur-unsur
kebudayaan yang konkret wujudnya, seperti benda-benda keperluan rumah
tangga dan alat-alat pertanian yang praktis dipakai.
b) Unsur-unsur
kebudayaan yang besar sekali gunanya bagi si pemakai. Contohnya
kendaraan bermotor, seperti sepeda motor dan truk pengangkut.
c) Unsur-unsur
kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan masyarakat penerima.
Contohnya, penerangan listrik menggantikan penerangan tradisional dan
telepon seluler menggantikan telepon rumah.
2) Unsur Budaya
Asing yang Sulit Diterima
a) Unsur-unsur
kebudayaan yang wujudnya abstrak, misalnya paham atau ideologi negara
asing.
b) Unsur-unsur
kebudayaan yang kecil sekali gunanya bagi si pemakai, contohnya cara
meminum teh.
c) Unsur-unsur
kebudayaan yang sukar disesuaikan dengan keadaan masyarakat penerima,
contohnya traktor pembajak sawah yang sukar menggantikan fungsi bajak
yang ditarik kerbau pada lahan pertanian tertentu.
3) Unsur Budaya yang
Sukar Diganti
a) Unsur yang
memiliki fungsi luas dalam masyarakat. Misalnya, sistem kekerabatan
yang masih berfungsi luas dalam masyarakat Batak.
b) Unsur-unsur yang
ditanamkan pada individu sejak kecil dalam proses pembudayaan ataupun
pemasyarakatan. Misalnya, kebiasaan makan masyarakat Indonesia yang
memakan nasi akan sulit diganti dengan roti sebagai makanan pokok.
4) Individu yang
Cepat dan Sukar Menerima Kebudayaan Asing
Dipandang dari sudut
umur, individu-individu yang berumur relatif muda umumnya lebih mudah
menerima unsur-unsur dari luar dibandingkan individu-individu yang
berusia lanjut. Selain itu, individu-individu yang sudah menerima
kebaikan dari masyarakatnya akan sulit menerima unsur-unsur asing.
5) Beberapa Bentuk
Percampuran
Menurut para
antropolog, percampuran terjadi dalam berbagai bentuk sebagai
berikut.
a) Substitusi
Unsur budaya lama
diganti dengan unsur budaya baru yang memberikan nilai lebih bagi
para penggunanya. Contohnya, para petani mengganti alat pembajak
sawah oleh mesin pembajak seperti traktor.
b) Sinkretisme
Unsur-unsur budaya
lama yang berfungsi padu dengan unsur-unsur budaya yang baru sehingga
membentuk sistem baru. Perpaduan ini sering terjadi dalam sistem
keagamaan, contohnya agama Trantayana di zaman Singosari yang
merupakan perpaduan antara agama Buddha dan Hindu. Demikian juga pada
tradisi keagamaan orang Jawa yang masih memperlihatkan perpaduan
antara agama Hindu dan Islam.
c) Penambahan
(Addition)
Unsur budaya lama
yang masih berfungsi ditambah unsur baru sehingga memberikan nilai
lebih. Contohnya, di Kota Yogyakarta, penggunaan kendaraan bermotor
melengkapi sarana transportasi tradisional, seperti becak dan andong.
d) Penggantian
(Deculturation)
Unsur budaya lama
hilang karena diganti oleh unsur baru. Contohnya, delman atau andong
diganti oleh angkot atau angkutan bermotor.
e) Originasi
Masuknya unsur
budaya baru yang sebelumnya tidak dikenal menimbulkan perubahan besar
dalam kehidupan masyarakatnya. Contohnya, proyek listrik masuk desa
menimbulkan perubahan besar dalam ke hidupan masyarakat desa. Energi
listrik tidak hanya meng gantikan lampu teplok dengan lampu listrik,
tetapi juga mengubah perilaku masyarakat desa akibat masuknya
berbagai media elektronik, seperti televisi, radio, dan film.
f) Penolakan
(Rejection)
Akibat adanya proses
perubahan sosial budaya yang begitu cepat menimbulkan dampak negatif
berupa penolakan dari sebagian anggota masyarakat yang tidak siap dan
tidak setuju terhadap proses percampuran tersebut. Salah satu contoh,
masih ada sebagian orang yang menolak berobat ke dokter dan lebih
percaya ke dukun.
Toleransi
Toleransi berasal
dari kata “ Tolerare ” yang berasal dari bahasa latin yang
berarti dengan sabar membiarkan sesuatu. Jadi pengertian toleransi
secara luas adalah suatu sikap atau perilakumanusia yang tidak
menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghargai atau menghormati
setiap tindakan yang orang lain lakukan. Toleransi juga dapat
dikatakan istilah dalam konteks sosial budaya dan agama yang berarti
sikap dan perbuatan yang melarang adanya deskriminasi terhadap
kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh
mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama
dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan
keberadaan agama-agama lainnya. Istilah toleransi juga digunakan
dengan menggunakan definisi “kelompok” yang lebih luas , misalnya
partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini
masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip
toleransi baik dari kaum liberal maupun konservatif. Jadi toleransi
antar umat beragama berarti suatu sikap manusia sebagai umat yang
beragama dan mempunyai keyakinan, untuk menghormati dan menghargai
manusia yang beragama lain.
Dalam masyarakat
berdasarkan pancasila terutama sila pertama, bertaqwa kepada tuhan
menurut agama dan kepercayaan masing-masing adalah mutlak. Semua
agama menghargai manusia maka dari itu semua umat beragama juga wajib
saling menghargai. Dengan demikian antar umat beragama yang berlainan
akan terbina kerukunan hidup.
Toleransi adalah
suatu sikap atau perilaku manusia yang tidak menyimpang dari aturan,
di mana seseorang menghargai atau menghormati setiap tindakan yang
orang lain lakukan. Sikap toleransi sangat perlu dikembangkan karena
manusai adalah makhluk sosial dan akan menciptakan adanya kerukunan
hidup. Dan cara memelihara toleransi, antara lain:
·
Ciptakan kenyamanan
·
Kenailah intoleransi ketika anak terbuka terhadapnya
· Menolak
sikap intoleransi yang dilakukan anak
· Dukung
anak anda ketika mereka korban dari sikap intoleransi
· Bantu
perkembangan sebuah pengalaman yang sehatdan identitas kelompok
·
Tampilkan barang-barang pajangan yang mengandung unsure perbedaaan
budaya di rumah anda
· Beri
kesempatan pada anak-anak untuk berinteraksi dengan orang-orang yang
berbeda dengan mereka
· Dorong
anak-anak untuk mendatangi sumber-sumber yang ada di lingkungan
sekitar
·
Jujurlah terhadap perbedaan-perbedaan
· Berikan
contoh pada orang lain


Comments
Post a Comment