Tugas Sejarah Pertemuan ke -30
Soal
2. Benarkah perdagangan antarpulau membantu
proses integrasi Nusantara?
3. Jelaskan peran bahasa Melayu dalam proses
integrasi Nusantara, coba bandingkan peran Bahasa Indonesia dalam proses
integrasi Nusantara!
4. Coba kamu diskusikan mengapa bahasa Melayu
cepat berkembang di Nusantara!
5. Bagaimana Islam dapat mempercepat proses
integrasi bangsa Indonesia. Uraikan jawaban kamu dalam 2-3 lembar!
Jawaban
1. Kerajaan-kerajaan Islam itu telah merintis
terwujudnya idiom kultural yang sama yaitu Islam. Hal itu mendorong terjadinya
interaksi budaya yang makin erat, sehingga akan mempercepat proses integrasi
nusantara. Berkembangnya pendidikan dan pengajaran Islam, telah berhasil
menyatukan wilayah Nusantara yang sangat luas. Dua hal yang mempercepat proses
itu yaitu penggunaan aksara Arab dan bahasa Melayu sebagai bahasa pemersatu
(lingua franca).
2. Sejak zaman kuno, kegiatan pelayaran dan
perdagangan sudah berlangsung di Kepulauan Indonesia.Pelayaran dan perdagangan
itu berlangsung dari daerah yang satu ke daerah yang lain, bahkan antara negara
yang satu dengan negara yang lain. Kegiatan pelayaran dan perdagangan pada
umumnya berlangsung dalam waktu yang lama. Hal ini, menimbulkan pergaulan dan
hubungan kebudayaan antara para pedagang dengan penduduk setempat. Kegiatan
semacam ini mendorong terjadinya proses integrasi
3. Bahasa Melayu sejak zaman kuno sudah menjadi
bahasa resmi Negara Melayu (Jambi). Pada mulanya bahasa Melayu digunakan
sebagai bahasa dagang. Akan tetapi lambat laun bahasa Melayu tumbuh menjadi
bahasa perantara. Sedangkan bahasa Indonesia baru digunakan sebagai bahasa
resmi setelah proklamasi. Bahasa Indonesia sebenarnya adalah salah satu dari
banyak ragam bahsa melayu.
4. Bahasa Melayu digunakan hampir di semua
pelabuhan-pelabuhan di Kepulauan Nusantara. Bahasa Melayu sejak zaman kuno
sudah menjadi bahasa resmi Negara Melayu (Jambi). Pada masa kejayaan Kerajaan
Sriwijaya, bahasa Melayu dijadikan bahasa resmi dan bahasa ilmu pengetahuan.
Para pedagang di daerah-daerah sebelah timur Nusantara, juga menggunakan
bahasaMelayu sebagai bahasa pengantar. Pada tahun 1641 VOC merebut Malaka dan
kemudian mendirikan sekolah-sekolahdengan menggunakan bahasa Melayu. Jadi,
secara tidak sengaja, kedatangan VOCmengembangkan bahasa Melayu.
5. Baru pada zaman Islam, seseorang dari suatu
daerah tertentu dapat menjadi tokoh penting di daerah yang lain, dengan tidak
memandang dari suku apa dia berasal, karenatelah diperekatkan oleh ajaran suci
Al-Qur‟an bahwa “sesungguhnya orang-orang berimanitu bersaudara”.
Kerajaan Islam
yang pertama di Jawa adalah Kesultanan Demak. Di zaman SultanTrenggono,
datanglah seorang ulama dan ahli perang dari Aceh. Itulah Fatahillah, yang
diangkat menjadi panglima perang Demak, menggempur armada Portugis di Sunda
Kelapa, lalu mendirikan kota Jakarta. Ini baru satu contoh bahwa benih-benih
persatuan bangsa telah ditanamkan Islam sejak abad ke16! Tidak usah heran jika
Ki Geding Suro, bangsawan Demak yang pergi ke Palembang, diterima dan diangkat
menjadi raja pertama dari Kesultanan Palembang.Pati Unus (sebutan Portugis
untuk Adipati Yunus) dari Demak mengirimkan angkatan lautnya untuk mengusir
Portugis yang telah menaklukkan Malaka. Sayang sekali bala bantuan itu gagal
karena kedudukan Portugis sudah terlalu kuat. Sekali un demikian, pengharapan
akan bantuan dari saudara-saudaranya di Jawa tetaplah tinggal dalam jiwaanak
Melayu, sehingga timbul dari bibir mereka sebuah pantun: Jika jatuh kota
Melaka,mari di Jawa kita dirikan, jika sungguh bagai dikata, badan dan nyawa
saya serahkan. Pantun ini telah beratus tahun menjadi dendang anak Melayu
sampai sekarang, Ketika pengaruh Belanda masuk di Kerajaan Mataram,
memberontaklah Trunojoyo,pahlawan dari Madura, terhadap Sunan Amangkurat I.
Datang Karaeng Galesong dari Makassar menggabungkan diri dengan Trunojoyo untuk
melawan Belanda. Syekh Yusuf Tajul-Khalwati ulama Makassar mengembara ke
Banten, diangkat olehSultan Ageng Tirtayasa menjadi mufti kesultanan, dan
bersama-sama berjuang melawanBelanda. Si Untung diberi gelar Surapati oleh
Sultan Cirebon dan diberi gelar Wironegorooleh Sultan Mataram, padahal dia
asalnya budak dari Bali, tetapi karena dia telah Islam dan berjuang melawan
Belanda, dia diterima menjadi bangsawan Jawa.Tatkala usai Perang Diponegoro di
Jawa, Belanda mengirim Sentot Ali Basyah keMinangkabau untuk memerangi kaum
Paderi yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol.Sesampainya di Minangkabau Sentot
segera berbalik arah dan bersekutu dengan kaum Paderi, demi dilihatnya yang
dihadapinya adalah saudara-saudaranya seagama.Pada zaman sebelum Islam
pembauran antar suku di Nusantara belum pernah terjadi,sebab belum ada rasa
persaudaraan antar suku. Sebelum Islam datang ke Indonesia, bahasa Melayu hanya
dipakai di Sumatera dan Semenanjung Malaka. Bahasa Melayu baru tersebar di
Nusantara bersamaan dengan penyebaran Islam. Para ulama, di samping
memperkenalkan agama baru, juga
memperkenalkan bahasa baru sebagai bahasa persatuan. Sebagai huruf persatuan digunakan
Huruf Arab-Melayu atau Huruf Jawi, yang dilengkapi tanda-tanda bunyi yangtidak
ada dalam huruf Arab aslinya.



Comments
Post a Comment