Antara Hijab dan Jilbab


Syaikh Al Bani rahimahullah mengatakan,“Setiap jilbab adalah hijab, tetapi tidak semua hijab itu jilbab, sebagaimana yang tampak.”Sehingga memang terkadang kata hijab dimaksudkan untuk makna jilbab. Adapun makna lain dari hijab adalah sesuatu yang menutupi atau meghalangi dirinya, baik berupa tembok, sket ataupun yang lainnya. Inilah yang dimaksud dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat al-Ahzab ayat 53,“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah nabi kecuali bila kamu diberi izin… dan apabila kamu meminta sesuatu keperluan kepda mereka(para istri Nabi), maka mintalah dari balik hijab…”

Hijab menurut Al Quran artinya penutup secara umum, Allah SWT. dalam surat Al Ahzab ayat 59 memerintah kepada para shahabat Nabi Saw pada waktu mereka meminta suatu barang kepada istri-istri Nabi Saw untuk memintanya dari balik hijab (tutup). Jadi, jelas ya..hijab itu berarti umum, bisa berupa tirai pembatas, bisa berupa dinding, dll.
Sedang jilbab menurut Imam Qurthubi dalam tafsirnya  mengatakan; Jilbab berarti kain yang lebih besar ukurannya dari khimar (kerudung), sedang yang benar menurutnya jilbab adalah kain yang menutup seluruh badan. Dalam Quran surah Al Ahzab ayat 59 yang artinya: “Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin: Hendaklah
mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allah ia adalah maha pengampun dan penyayang.”(AlAhzab.59).
Maka berjilbab atau berhijab? Saya pribadi lebih senang menggunakan kata “berjilbab”, dari kata jalabiib, menjulurkan ke seluruh tubuh. Berjilbab tidak sekedar menutup aurat saja, niat awal pun harus diperbaiki, semata-mata karena Allah bukan karena apa pun dan Allah tidak melihat bentuk rupamu, tapi ketaqwaanmu dalam hati.
Namun, jangan pula salahkan jilbab, ketika kita mendapati seorang berjilbab tapi tak menghijab prilakunya, berjilbab kok mulutnya tidak dijaga?berjilbab kok merokok?berjilbab kok pacaran?berjilbab kok kelakuannya begitu? Jangan menghakimi, diri sendiri saja belum tentu suci..karena “hidup baik” itu proses dari buruk ke baik, dari baik ke lebih baik..bahkan bisa berbalik menjadi buruk. Semuanya bergantung pada niat.
 Wallahu a’lamu…maka telahkah anda berjilbab?

Comments

Popular Posts

Pengunjung